Pagi kawan....
kembali lagi bersama saya disini saya akan shering Perbedaan Portal Dan CMS
kembali lagi bersama saya disini saya akan shering Perbedaan Portal Dan CMS
Layanan umum yang tersedia biasanya adalah search engine, berita,
pooling, berbagai macam rubrik dan fasilitas seperti SMS serta chat
room. Yang bersifat personal bisa berupa personal diary dan calender,
account e-mail bahkan personal web. Web Portal vertical bahkan bisa
bersifat eksklusif dan hanya menampilkan informasi yang dikehendaki
komunitasnya. Misalnya portal yang bersifat religius seperti scientology, namun bisa saja sebaliknya bersifat terbuka meskipun membahas hal spesifik seperti toko buku amazon.
Kelengkapan fasilitas Web Portal mampu menciptakan ketergantungan bagi pengunjung agar secara reguler datang ke web site tersebut. Lambat laun mereka akan tertarik untuk menjadi member dan menjadikan portal tersebut halaman pertama setiap kali membuka Internet browsernya. Portal dibangun sebagai one stop services bagi pengunjung. Sehingga orang menjadi betah menelusuri isinya karena semua yang dibutuhkan ada di sana tidak perlu menjelajah ke tempat lain. Pada titik ini, pengunjung ini boleh dibilang telah masuk ke dalam komunitas portal tersebut.
Tujuan utama sebuah Web portal adalah membangun komunitas dengan cara mengikat pengunjung secara sukarela ke dalam berbagai layanan yang disediakannya. Apabila densitas komunitas sudah cukup tinggi, pengelola Web portal memiliki metode pendataan secara statistik sehingga mereka dapat mengetahui profil pengunjung dan membaginya dalam berbagai kelompok. Mereka juga akan membuat prediksi berdasarkan berbagai pola kunjungan sehingga mengetahui dengan pasti layanan apa yang paling diminati.
Dengan komunitas dan data statistik yang dimilikinya tersebut, pengelola portal kemudian dapat menjual space web site dan layanan yang dimilikinya kepada para pemasar berbagai produk yang sesuai dengan komunitas portal tersebut. Tidak jarang, Web portal didirikan oleh suatu konsorsium bisnis yang memang memiliki minat untuk melakukan pemasaran melalui web site. Sebuah Web portal bisa menjadi tempat perdagangan, semacam trading house.
Kelengkapan fasilitas Web Portal mampu menciptakan ketergantungan bagi pengunjung agar secara reguler datang ke web site tersebut. Lambat laun mereka akan tertarik untuk menjadi member dan menjadikan portal tersebut halaman pertama setiap kali membuka Internet browsernya. Portal dibangun sebagai one stop services bagi pengunjung. Sehingga orang menjadi betah menelusuri isinya karena semua yang dibutuhkan ada di sana tidak perlu menjelajah ke tempat lain. Pada titik ini, pengunjung ini boleh dibilang telah masuk ke dalam komunitas portal tersebut.
Tujuan utama sebuah Web portal adalah membangun komunitas dengan cara mengikat pengunjung secara sukarela ke dalam berbagai layanan yang disediakannya. Apabila densitas komunitas sudah cukup tinggi, pengelola Web portal memiliki metode pendataan secara statistik sehingga mereka dapat mengetahui profil pengunjung dan membaginya dalam berbagai kelompok. Mereka juga akan membuat prediksi berdasarkan berbagai pola kunjungan sehingga mengetahui dengan pasti layanan apa yang paling diminati.
Dengan komunitas dan data statistik yang dimilikinya tersebut, pengelola portal kemudian dapat menjual space web site dan layanan yang dimilikinya kepada para pemasar berbagai produk yang sesuai dengan komunitas portal tersebut. Tidak jarang, Web portal didirikan oleh suatu konsorsium bisnis yang memang memiliki minat untuk melakukan pemasaran melalui web site. Sebuah Web portal bisa menjadi tempat perdagangan, semacam trading house.
** Bebas disunting dengan menyebutkan sumber **
semoga bermanfaat bagi anda ...
Komentar
Posting Komentar